Jum'at, 4 Agustus 2023 - Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan intervensi kesehatan paling krusial untuk mencegah stunting dan kematian bayi. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa capaian nasional ASI eksklusif di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), hanya sekitar 52,5% bayi di bawah enam bulan yang berhasil mendapatkan ASI eksklusif. Angka ini masih jauh di bawah target nasional dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Dukungan Keluarga Jadi Kunci Utama
Para ahli kesehatan, termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan pihak Puskesmas, menyoroti bahwa keberhasilan ASI eksklusif sangat bergantung pada dukungan dari keluarga dan lingkungan terdekat, bukan hanya tanggung jawab ibu. "Menyusui adalah urusan kolektif. Ibu yang bekerja, mengalami masalah laktasi, atau tekanan sosial, membutuhkan dukungan emosional, praktis, dan informasional dari suami dan keluarga," ujar seorang konselor laktasi dari Puskesmas. Studi menunjukkan bahwa kurangnya pemahaman tentang teknik menyusui yang benar, masalah psikologis (seperti kecemasan), dan maraknya iklan susu formula yang agresif menjadi tantangan nyata di lapangan.
Upaya Pemerintah dan Faskes Diperkuat
Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama mitra kesehatan telah memperkuat beberapa program intervensi :
1. Konseling Laktasi di Puskesmas : Setiap Puskesmas diwajibkan memiliki tenaga kesehatan/bidan yang terlatih sebagai Konselor ASI untuk memberikan edukasi dan pendampingan sejak masa kehamilan.
2. Kebijakan Ramah Keluarga: Mendorong penerapan cuti melahirkan yang memadai dan penyediaan ruang laktasi yang layak di tempat kerja dan fasilitas publik.
3. Inovasi Pendampingan: Program "KURSI SUKSESI (Kursus Singkat Sukses Laktasi)" yang melibatkan kader Posyandu untuk memantau ibu dan bayi secara intensif di Puskesmas Bulukandang
Dengan investasi yang lebih besar dalam sistem dukungan dan edukasi berkelanjutan, pemerintah berharap cakupan ASI eksklusif dapat meningkat signifikan untuk mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting.
Kegiatan di Puskesmas Bulukandang

Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini